PENA EXSPRES

Selasa, 27 Oktober 2026

INSPIRATIF! H. ABANG, TOKOH MASYARAKAT DESA CARIU CIKAMPEK, RELA WAKAFKAN TANAH DAN KELUARKAN BIAYA PRIBADI DEMI AKSES JALAN PETANI

INSPIRATIF! H. ABANG, TOKOH MASYARAKAT DESA CARIU CIKAMPEK, RELA WAKAFKAN TANAH DAN KELUARKAN BIAYA PRIBADI DEMI AKSES JALAN PETANI
KARAWANG | pena exspres.com _ Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus ditunjukkan melalui jabatan atau kekuasaan. Bagi H. Abang, tokoh masyarakat Desa Cariu, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, kepedulian justru diwujudkan melalui aksi nyata dengan membantu membuka akses jalan bagi warga, khususnya para petani yang membutuhkan jalur untuk menunjang aktivitas pertanian.

H. Abang dikenal sebagai sosok yang rela mengorbankan tenaga, waktu, bahkan mengeluarkan biaya pribadi demi kepentingan masyarakat. Tak hanya membantu pengerasan jalan, ia juga disebut memiliki sekitar dua hektare tanah dan telah memberikan wakaf tanah untuk mendukung akses jalan serta kepentingan warga setempat.Langkah tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang masih tumbuh di tengah masyarakat.

Di saat sebagian warga menghadapi keterbatasan akses infrastruktur, H. Abang memilih bergerak membantu tanpa menjadikan kepentingan pribadi sebagai tujuan utama.

RELA BERKORBAN DEMI KEMUDAHAN AKSES WARGA

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pertanian, keberadaan jalan yang layak bukan sekadar fasilitas tambahan. Jalan merupakan kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas warga, mengangkut hasil panen, serta memperlancar aktivitas sehari-hari.

Kondisi akses jalan yang sulit dilalui dapat menjadi hambatan bagi petani. Karena itu, upaya membuka dan mengeraskan jalan menjadi langkah yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
H. Abang mengaku bahwa dirinya hanya warga biasa yang berprofesi sebagai petani. Namun, ketika melihat masyarakat mengalami kesulitan melintasi jalan, muncul keinginan untuk membantu sesuai kemampuannya.

Ia pun berinisiatif mengeraskan jalan dengan biaya sendiri agar akses tersebut dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.Baginya, membantu masyarakat tidak harus menunggu memiliki jabatan. Selama ada kemampuan dan kesempatan, kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

BUKAN HANYA TENAGA, WAKAF TANAH JUGA UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA

Hal yang patut mendapat perhatian dari langkah H. Abang adalah kesediaannya membantu menyediakan akses jalan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk melalui pemberian wakaf tanah.Pengorbanan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya berbentuk materi atau tenaga, tetapi juga kesediaan memberikan sebagian hak yang dimiliki demi kepentingan bersama.

Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati kemudahan mobilitas, sementara para petani bisa menjalankan aktivitasnya dengan lebih lancar.

Meski demikian, keberlanjutan akses jalan tersebut tetap membutuhkan perhatian bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah, agar pembangunan dan pemeliharaannya dapat berjalan secara optimal.

BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN

Di balik aksi nyata yang dilakukan H. Abang, terdapat harapan agar pemerintah setempat memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, terutama akses jalan pertanian.Semangat swadaya warga patut diapresiasi. Namun, pembangunan infrastruktur yang memadai tidak seharusnya hanya bergantung pada kemampuan pribadi masyarakat.

Pemerintah desa maupun instansi terkait diharapkan dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui perencanaan pembangunan yang jelas, sesuai kewenangan, serta memperhatikan kebutuhan warga dan para petani.

Kepedulian H. Abang dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Jangan sampai warga yang telah rela berkorban demi kepentingan bersama justru harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan banyak orang.

TELADAN GOTONG ROYONG DARI DESA CARIU

Apa yang dilakukan H. Abang menjadi pengingat bahwa nilai kepedulian sosial masih memiliki tempat penting dalam kehidupan bermasyarakat.Di tengah berbagai keterbatasan, ia memilih berbuat sesuatu yang manfaatnya dapat dirasakan orang lain. Bukan sekadar berbicara, melainkan ikut mengambil bagian dalam membantu membuka akses jalan bagi warga.

Ketika seorang warga rela mengorbankan tenaga, biaya pribadi, bahkan memberikan wakaf tanah demi kepentingan masyarakat, sudah semestinya semangat tersebut mendapat apresiasi dan dukungan.

Kini, harapan masyarakat tidak hanya tertuju pada keberlanjutan akses jalan yang telah diupayakan, tetapi juga pada perhatian pemerintah agar infrastruktur jalan umum maupun jalan pertanian dapat semakin baik.Sebab, jalan yang layak bukan hanya mempermudah perjalanan, melainkan juga membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dari Desa Cariu, H. Abang memberikan pesan sederhana: kepedulian bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan seseorang, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.

Catatan redaksi: Informasi mengenai luas kepemilikan tanah, pemberian wakaf, dan proses pembukaan akses jalan perlu dilengkapi dokumentasi atau keterangan pihak terkait untuk memperkuat verifikasi pemberitaan.

Mets Noor 

BAU BUSUK MENYENGAT! PABRIK SNACK RAKSASA PT. CALBEE WINGS FOOD KLARI DIDUGA CEMARI LINGKUNGAN, WARGA WALAHAR SESAK NAPAS, IPAL BERMASALAH? DLHK KARAWANG TUTUP MATA?*

BAU BUSUK MENYENGAT! PABRIK SNACK RAKSASA PT. CALBEE WINGS FOOD KLARI DIDUGA CEMARI LINGKUNGAN, WARGA WALAHAR SESAK NAPAS, IPAL BERMASALAH? DLHK KARAWANG TUTUP MATA?*
*KARAWANG -* [ pena exspres.com ] Kawasan industri Walahar, Klari, kembali diguncang keluhan warga. Kali ini pusat sorotan tertuju pada pabrik makanan ringan raksasa, *PT. Calbee Wings Food*, produsen snack ternama *Potabee, Japota, Krisbee, dan GuriBee*, yang beralamat di Jl. Calbee, Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Pabrik yang seharusnya menjadi contoh kebersihan dan higienitas pangan ini justru diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan yang meresahkan warga.

Berdasarkan laporan warga sekitar yang diterima Tim Investigasi DPC AKPersi Karawang, *bau busuk yang sangat menyengat tercium hampir setiap hari, terutama sore hingga malam hari.* Akibatnya, warga sekitar mengeluh mual, pusing, dan sesak napas, tidak bisa membuka jendela rumah dengan nyaman.

Padahal, PT. Calbee Wings Food adalah Joint Venture raksasa antara *Calbee Inc. Jepang dan Wings Group Indonesia*, yang seharusnya memiliki standar pengolahan limbah makanan kelas dunia.

*DUGAAN IPAL TIDAK BERFUNGSI MAKSIMAL & LIMBAH ORGANIK DIBIARKAN*

Ketua DPC AKPersi Karawang, *Feri Maulana*, mengungkapkan kecurigaan serius terkait sumber bau busuk tersebut.

"Pabrik snack kentang itu limbahnya bukan limbah B3 kabel, tapi limbah organik cair yang sangat berbahaya jika tidak diolah. Limbah cucian kentang, minyak goreng bekas produksi, sisa bumbu, dan sludge IPAL. Kalau IPAL nya tidak berfungsi maksimal, baunya itu busuknya minta ampun, seperti got dan bangkai, mengandung gas Amonia dan Hidrogen Sulfida (H2S) yang bikin sesak napas!" tegas Feri Maulana.

Menurut Feri, ada 3 dugaan pelanggaran fatal yang harus dijawab oleh manajemen PT. Calbee Wings Food dan DLHK Karawang:

*1. DIDUGA IPAL OVERLOAD ATAU TIDAK DIOPERASIKAN 24 JAM:*
Limbah cair produksi snack mengandung BOD dan COD yang sangat tinggi. Wajib diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sampai baku mutu terpenuhi sebelum dibuang ke sungai/saluran. Jika bau menyengat sampai ke permukiman, ini indikasi kuat IPAL tidak berjalan optimal, overload, atau sengaja dibypass pada malam hari untuk menghemat biaya operasional.

*2. DIDUGA PENUMPUKAN LIMBAH PADAT ORGANIK (SLUDGE & SISA KENTANG):*
Sisa sortiran kentang busuk dan lumpur IPAL (sludge) jika dibiarkan menumpuk di TPS Limbah terbuka tanpa pengelolaan cepat, akan membusuk dan menjadi sumber bau dan lalat. Ini melanggar prinsip higienitas industri pangan.

*3. DIDUGA PENCEMARAN UDARA DAN AIR:*
Emisi cerobong dan buangan air limbah yang tidak sesuai baku mutu bisa mencemari Sungai Cibeet - Walahar yang menjadi sumber air warga. Ini melanggar UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Ini ironi! Di luar kemasannya tertulis 'Harvesting the Power of Nature', tapi di belakang pabriknya warganya menghirup bau busuk dari alam yang tercemar. Snacknya renyah, tapi nafas warga sesak. Ini yang kami sebut kejahatan lingkungan yang dibungkus kemasan mewah!" cecar Feri.

*DLHK KARAWANG KEMANA?*

Feri Maulana mempertanyakan keras fungsi pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang.

"PT. Calbee Wings Food ini bukan pabrik kecil, pabrik PMA besar di jantung Klari. Masa DLHK tidak mencium bau busuk itu? Atau pura-pura tidak mencium? Mana hasil uji laboratorium air limbahnya setiap 3 bulan? Mana buku pemantauan IPAL nya? DLHK wajib sidak 24 jam, jangan sidak jam kantor saja. Datang jam 8 malam, cium sendiri baunya!" tantang Feri.

*TUNTUTAN TEGAS AKPERSI KARAWANG:*

*1. Mendesak DLHK Karawang & DLH Provinsi Jabar untuk melakukan Sidak Malam Hari dan Uji Lab Ambien Udara serta Air Limbah di outlet IPAL PT. Calbee Wings Food.*

*2. Mendesak manajemen PT. Calbee Wings Food untuk membuka data operasional IPAL dan menjelaskan kepada publik penyebab bau busuk yang dikeluhkan warga Walahar.*

*3. Mendesak Bupati Karawang untuk mengevaluasi izin lingkungan PT. Calbee Wings Food jika terbukti mencemari lingkungan permukiman warga.*

"Kami cinta investasi, tapi kami lebih cinta paru-paru warga Karawang. Jangan korbankan kesehatan warga Walahar demi sepotong keripik kentang. Jika dalam 3x24 jam tidak ada klarifikasi dan perbaikan, AKPersi Karawang akan melayangkan laporan resmi ke Gakkum KLHK RI dan akan gelar aksi di depan pabrik," tutup Feri Maulana.

Hingga rilis ini diterbitkan, tim AKPersi Karawang masih berupaya mendapatkan hak jawab dari pihak Manajemen PT. Calbee Wings Food dan Kepala DLHK Kabupaten Karawang. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.


Mets Noor

Minggu, 25 Oktober 2026

Lestarikan Tradisi Spiritual, Paguyuban Budayawan Sunda Karawang Gelar Ziarah ke Makam Manggung Jaya dan Panembahan Singaperbangsa

Lestarikan Tradisi Spiritual, Paguyuban Budayawan Sunda Karawang Gelar Ziarah ke Makam Manggung Jaya dan Panembahan Singaperbangsa
_KARAWANG _ [ pena exspres.com ] Paguyuban Komunitas Budayawan Sunda Karawang menggelar kegiatan touring religi dan ziarah makam ke Makam Manggung Jaya dan Makam Panembahan Singaperbangsa, Karawang, Minggu (26/10/2026). Kegiatan ini merupakan agenda ziarah ke makam para Wali Allah sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan pelestarian nilai-nilai spiritual budaya Sunda.
Ziarah kali ini secara khusus ditujukan ke Makam Panembahan Singaperbangsa atau Raden Adipati Kertabumi IV, salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Karawang yang dimakamkan di wilayah Manggung Jaya.

Kegiatan touring ziarah tersebut diikuti oleh berbagai komunitas budaya dan pemuda di Karawang, di antaranya Komunitas Sunda Galuh, Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuhan Alternatif Indonesia (FKPPAI), Budak Ngora, dan Triple S.

Touring religi ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Adat Sunda ( Datsun ) sekaligus sesepuh budayawan Sunda Karawang, Ki Galuh.

Dalam keterangannya, Ki Galuh mengatakan bahwa ziarah makam bukan sekadar ritual, melainkan upaya untuk mengingat kembali sejarah dan perjuangan para wali serta leluhur Karawang dalam menyebarkan agama dan budaya.

"Ini adalah tradisi kita. Ziarah ke Makam Manggung Jaya, khususnya ke makam Panembahan Singaperbangsa atau Raden Adipati Kertabumi IV, dan para Wali Allah adalah cara kita untuk ngamumule budaya Sunda, mengambil hikmah, dan memperkuat silaturahmi antar komunitas budayawan di Karawang," ujar Ki Galuh.

Menurutnya, Panembahan Singaperbangsa merupakan sosok pemimpin yang memiliki jasa besar dalam sejarah Karawang. Ziarah ke makamnya menjadi pengingat bagi generasi muda akan akar kepemimpinan dan spiritualitas Karawang.

"Kita ingin anak muda, dan warga Karawang khususnya tidak melupakan sejarah. Panembahan Singaperbangsa Raden Adipati Kertabumi IV adalah bagian dari jati diri Karawang. Mereka harus tahu bahwa Karawang punya akar budaya dan spiritual yang kuat. Tugas kita adalah menjaganya," tambahnya.

Lebih lanjut, Ki Galuh menegaskan bahwa pelestarian budaya Sunda tidak bisa hanya dilakukan oleh komunitas. Ia berharap ada perhatian dan dukungan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

"Kami para budayawan sudah bergerak dari bawah untuk menjaga tradisi ini. Tapi kami butuh perhatian dari pemerintah daerah. Budaya Sunda di Karawang ini harus dibesarkan, bukan hanya dilestarikan. Berikan kami ruang, panggung, dan pembinaan agar budaya Sunda tetap hidup dan menjadi kebanggaan Karawang," tegas Ki Galuh.

Senada dengan itu, Ayip selaku budayawan perkakas Sunda yang turut dalam rombongan ziarah juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah.

"Perkakas Sunda seperti kujang, golok, keris, itu bukan sekadar benda, tapi identitas. Kami sebagai budayawan perkakas Sunda juga butuh perhatian dari pemerintah daerah. Jangan sampai keahlian membuat dan merawat perkakas adat ini punah. Kami ingin dibina dan diberi wadah agar bisa dikenalkan ke generasi muda," ujar Ayip

Rombongan paguyuban berangkat bersama dari titik kumpul menuju kompleks Makam Manggung Jaya dengan tetap menjunjung nilai kebersamaan. Sesampainya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Kegiatan ziarah ini rencananya akan menjadi agenda rutin Paguyuban Komunitas Budayawan Sunda Karawang sebagai upaya berkelanjutan dan di tambahkan pula dengan kegiatan lainnya yang akan di gelar tiap bulan di lapang karangpawitan seperti jaipongan, pencak silat dan debus guna merawat tradisi dan situs bersejarah di Kabupaten Karawang.

Mets Noor| red*

Saba Budaya di Babakan Sananga, Anggota DPRD Jabar Pipik Taufik Ismail Ajak Warga Lestarikan Sejarah Wirasaba Adiarsa


*Saba Budaya di Babakan Sananga, Anggota DPRD Jabar Pipik Taufik Ismail Ajak Warga Lestarikan Sejarah Wirasaba Adiarsa*

*KARAWANG -* | [ pena exspres.com ] Hajat Bumi Babakan Sananga di Desa Adiarsa Timur, Karawang, berlangsung khidmat dan meriah, Sabtu malam (24/10/2026). Ratusan warga hadir menyaksikan pagelaran Seni Debus Xtrim Galuh Cakhra Buana yang digagas bersama Karang Taruna Bina Taruna sebagai wujud syukur atas hasil bumi dan upaya pelestarian tradisi lokal.
Kegiatan tersebut merupakan agenda Saba Budaya yang dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta), Pipik Taufik Ismail,S.Sos., M.M.

Pipik menegaskan Saba Budaya bukan kegiatan seremonial pribadi, melainkan instruksi kelembagaan DPRD Provinsi Jawa Barat. "Ini adalah program resmi pemasyarakatan berbasis budaya. Seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat wajib melaksanakannya di wilayah masing-masing, bukan hanya saya," tegas Pipik.

Pipik menyebut pemilihan Babakan Sananga bukan tanpa alasan. Menurutnya, wilayah Adiarsa memiliki nilai historis tinggi sebagai cikal bakal Karawang. "Saya melaksanakan saba budaya di Babakan Sananga Adiarsa untuk menggali kembali sejarah Wirasaba Adiarsa. Seperti kita ketahui, Adiarsa adalah salah satu cikal bakal berdirinya Karawang," jelasnya.

Momentum Hajat Bumi ,lanjutnya, menjadi sarana untuk menghidupkan kembali kearifan lokal bersama pemuda. "Saya turun bersama teman-teman pemuda Babakan Sananga, Karang Taruna Bina Taruna dan masyarakat. Tujuannya mengajak seniman Sunda agar kearifan lokal kembali hidup dan mendapat ruang," tambahnya.

Ia menegaskan, program ini dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Barat. "Kegiatan ini memang dilaksanakan di seluruh Jawa Barat. Saya sendiri mendapat tugas untuk melaksanakan saba budaya di wilayah Dapil Karawang-Purwakarta, sementara rekan-rekan anggota dewan lainnya juga melaksanakan kegiatan serupa di daerah pemilihannya masing-masing. Ini merupakan komitmen DPRD Jawa Barat untuk memajukan kebudayaan," tegasnya.

Terkait generasi muda, Pipik menitipkan pesan agar budaya lokal terus dikenalkan. "Kita harus menggali potensi budaya dan mengenalkannya kepada generasi sekarang. Banyak yang belum mengenal wayang golek, topeng, dan debus. Padahal ketika disaksikan langsung, seni itu sangat luar biasa dan harus kita jaga," pungkasnya.

Malam itu, Seni Debus Xtrim Galuh Cakhra Buana di bawah pimpinan Ki Galuh menampilkan atraksi debus ekstrem yang memukau warga. Penampilan yang turut disaksikan langsung oleh Pipik tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi dan keselamatan warga Babakan Sananga.

Mets Noor | red*

Sabtu, 24 Oktober 2026

Seleksi CAT Perangkat Desa Duren Disorot, Panitia Tim 11 dan Camat Klari Diminta Berikan Klarifikasi

Seleksi CAT Perangkat Desa Duren Disorot, Panitia Tim 11 dan Camat Klari Diminta Berikan Klarifikasi

KARAWANG – [ pena exspres ] Pelaksanaan seleksi perangkat Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan setelah muncul dugaan kejanggalan dalam proses Computer Assisted Test (CAT). Minimnya penjelasan dari pihak terkait saat dimintai konfirmasi turut memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas proses seleksi tersebut.

Berdasarkan pemberitaan Nuansa Metro, upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada Panitia Seleksi Tim 11 Desa Duren dan Camat Klari. Konfirmasi disebut dilakukan melalui sambungan telepon, pesan tertulis, hingga upaya komunikasi secara langsung. Namun, hingga berita tersebut diterbitkan pada 24 Oktober 2026, belum diperoleh keterangan resmi dari kedua pihak.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterbukaan informasi diterapkan dalam proses seleksi perangkat desa. Terlebih, seleksi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku, dengan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Minim Klarifikasi, Publik Menunggu Penjelasan

Panitia seleksi sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ujian diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme CAT, tata cara penilaian, hasil seleksi, serta prosedur yang diterapkan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh perlakuan yang adil.

Klarifikasi tersebut penting agar dugaan kejanggalan yang berkembang tidak menjadi spekulasi berkepanjangan. Tanpa penjelasan yang memadai, masyarakat akan kesulitan memperoleh gambaran utuh mengenai proses seleksi yang telah dilaksanakan.

Di sisi lain, Camat Klari diharapkan memberikan penjelasan mengenai fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai kewenangannya. Sikap terbuka dari pihak kecamatan diperlukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap proses administrasi pemerintahan.

Inspektorat dan DPMD Karawang Diharapkan Turun Tangan

Menyikapi persoalan tersebut, Inspektorat Kabupaten Karawang dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) diharapkan melakukan penelaahan sesuai kewenangan masing-masing apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian prosedur.

Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian tahapan seleksi dengan aturan yang berlaku, dokumentasi pelaksanaan CAT, mekanisme penilaian, serta pengelolaan pengaduan peserta. Langkah ini penting untuk memastikan apakah dugaan yang beredar memiliki dasar faktual atau tidak.

Transparansi bukan sekadar tuntutan pemberitaan, melainkan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik. Setiap proses seleksi yang menyangkut kepentingan publik perlu memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas dan dapat diuji sesuai ketentuan.

Hak Jawab Tetap Terbuka

Perlu ditegaskan, belum adanya jawaban atas permintaan konfirmasi tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran dalam seleksi CAT Desa Duren. Dugaan kejanggalan tetap harus diuji melalui data, dokumen, serta pemeriksaan dari pihak berwenang.

Panitia Tim 11 Desa Duren dan Camat Klari tetap memiliki ruang untuk menyampaikan penjelasan maupun hak jawab guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Kini, publik menantikan klarifikasi yang objektif dan langkah evaluasi yang proporsional. Tujuannya bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan memastikan proses seleksi perangkat desa berjalan sesuai aturan, menjunjung keadilan, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

Transparansi harus menjadi prinsip, sementara kepastian mengenai dugaan kejanggalan harus ditentukan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan.

Mets Noor

Jumat, 23 Oktober 2026

*Bangun Komunikasi Harmonis, AKPERSI Karawang Jalin Silaturahmi dengan Kasi Humas Baru Polresta Karawang*

Bangun Komunikasi Harmonis, AKPERSI Karawang Jalin Silaturahmi dengan Kasi Humas Baru Polresta Karawang


KARAWANG –  [ pena exspres.com ] Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Karawang menjalin silaturahmi dengan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Karawang yang baru, Ipda Muhammad Asim, S.H., M.H., pada Kamis (22/10/2026). 
‎
‎Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemitraan sekaligus membangun komunikasi yang baik antara insan pers dan jajaran kepolisian.
‎
‎Kegiatan silaturahmi berlangsung di Lapak Kopi, Jalan Panatayuda Nomor 19, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
‎
‎Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, Fery Maulana, menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menilai, silaturahmi merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi yang harmonis antara organisasi pers dan institusi kepolisian, terutama dalam mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.
‎
‎Menurutnya, hubungan kemitraan yang baik perlu terus dijaga melalui komunikasi terbuka, koordinasi, serta sikap saling menghargai peran dan fungsi masing-masing pihak.
‎
‎Fery juga berharap, terjalinnya komunikasi antara AKPERSI Karawang dan Humas Polresta Karawang dapat semakin memperkuat sinergi dalam penyebarluasan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
‎
‎Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kemitraan antara insan pers dan kepolisian harus tetap berjalan dengan menjunjung tinggi profesionalisme serta independensi jurnalistik. Dengan demikian, hubungan yang terbangun tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga dapat mendukung keterbukaan informasi dan pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
‎
‎Sementara itu, Ipda Muhammad Asim, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari jajaran DPC AKPERSI Kabupaten Karawang. Ia mengapresiasi kesempatan untuk bersilaturahmi dan membangun komunikasi dengan para insan pers di Kabupaten Karawang.
‎
‎Ia berharap, hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipelihara melalui komunikasi dan koordinasi yang positif, khususnya dalam mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat secara jelas dan bertanggung jawab.
‎
‎Keberadaan insan pers dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada publik. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara kepolisian dan media diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang tepat, sekaligus menghindari kesalahpahaman dalam menerima pemberitaan.
‎
‎Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan antara DPC AKPERSI Kabupaten Karawang dan Humas Polresta Karawang. Ke depan, komunikasi dan koordinasi diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan etika jurnalistik, independensi pers, profesionalisme, serta keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
‎
‎Melalui silaturahmi ini, kedua pihak diharapkan dapat menjaga hubungan kemitraan yang konstruktif demi mendukung penyampaian informasi yang informatif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Karawang.
‎
‎Mets Noor

Kamis, 22 Oktober 2026

‎Anggaran Rp392,8 Juta, Perbaikan Jalan Perumahan Prima Sukaharja Disorot: Diduga Dikerjakan Sehari, Akpersi Pengawasan Dipertanyakan



‎Anggaran Rp392,8 Juta, Perbaikan Jalan Perumahan Prima Sukaharja Disorot: Diduga Dikerjakan Sehari, Akpersi Pengawasan Dipertanyakan
‎KARAWANG – [ pena exspres.com ] Pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di Perumahan Prima Sukaharja, RW 008, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menuai sorotan dari masyarakat dan insan pers. Proyek yang menelan anggaran Rp392.896.000 dari APBD Kabupaten Karawang tersebut dipertanyakan setelah muncul dugaan bahwa pengerjaannya dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan disebut hanya satu hari.
‎
‎Sorotan itu tidak hanya menyangkut durasi pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga kualitas hasil pembangunan, kesesuaian dengan spesifikasi teknis, serta efektivitas pengawasan dari dinas terkait.
‎
‎Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, dengan rincian sebagai berikut:
‎
‎Pekerjaan: Peningkatan Jalan Lingkungan Perumahan Prima Sukaharja RW 008
‎
‎Nomor SPK: 01-1.4.5/84/SPK-PRAS/PSU.1/2026
‎Tanggal SPK: 16 September 2026
‎Nilai kontrak: Rp392.896.000
‎Penyedia jasa: CV Rizky Barokah Abadi
‎Jangka waktu: 60 hari kalender
‎Sumber dana: APBD Kabupaten Karawang
‎
‎Namun, terdapat hal yang menjadi perhatian serius. Pada papan proyek tercantum masa pelaksanaan selama 60 hari kalender, sementara berdasarkan keterangan warga dan pegiat kontrol sosial, pekerjaan di lapangan diduga berlangsung hanya dalam satu hari.
‎
‎“Perbaikan fasilitas umum di Perumahan Prima Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, ini sangat ironis. Anggarannya mencapai Rp392.896.000, tetapi pengerjaannya disebut hanya satu hari. Agregat dikirim, langsung dipadatkan, lalu pada hari yang sama dilakukan pengaspalan,” ungkap seorang warga yang juga aktif dalam kegiatan kontrol sosial kepada awak media.
‎
‎Menurutnya, pola pelaksanaan tersebut perlu ditelusuri lebih jauh untuk memastikan apakah seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.
‎
‎Ia menilai, pekerjaan jalan tidak semestinya hanya dilihat dari permukaan yang tampak selesai. Kualitas konstruksi juga ditentukan oleh kesiapan lapisan dasar, proses pemadatan, ketebalan material, kualitas aspal, serta kesesuaian pelaksanaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen kontrak.
‎
‎Ketua DPC AKPERSI Karawang,Fery Maulana Desak Klarifikasi dan Evaluasi Pengawasan
‎
‎Ketua DPC AKPERSI Karawang turut menyoroti pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, nilai anggaran yang hampir mencapai Rp393 juta harus diimbangi dengan pelaksanaan pekerjaan yang transparan, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
‎
‎“Apakah pekerjaan dengan nilai hampir Rp393 juta ini benar-benar sudah dilaksanakan sesuai ketentuan? Kami akan mempertanyakan hal tersebut kepada pihak penyelenggara. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran publik digunakan dan apakah hasil pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi,” tegasnya.
‎
‎Ia juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari dinas terkait. Menurutnya, pengawasan lapangan memiliki peran penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai kontrak, bukan sekadar memastikan jalan terlihat selesai.
‎
‎“Yang menjadi pertanyaan besar, di mana pengawasnya? Anggaran sebesar itu harus diawasi secara serius. Pekerjaan yang terlihat sudah rata dan diaspal belum otomatis membuktikan bahwa kualitasnya sesuai spesifikasi. Karena itu, kami meminta penjelasan dari pengawas dan pihak dinas terkait,” tambahnya.
‎
‎Minta Pemeriksaan Teknis, Jangan Tunggu Jalan Rusak
‎
‎Masyarakat mendesak Dinas PRKP Kabupaten Karawang agar tidak mengabaikan sorotan tersebut. Inspektorat dan instansi berwenang juga diminta melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara pelaksanaan pekerjaan, dokumen kontrak, dan kondisi fisik di lapangan.
‎
‎Pemeriksaan perlu mencakup ketebalan lapisan jalan, kualitas material, proses pemadatan, volume pekerjaan, serta kesesuaian hasil pelaksanaan dengan RAB dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
‎
‎Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa anggaran yang bersumber dari uang rakyat benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
‎
‎Jangan sampai jalan yang baru selesai dibangun justru mengalami kerusakan dalam waktu singkat akibat kualitas pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, pihak berwenang diminta menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku.
‎
‎Hingga berita ini disusun, pihak Dinas PRKP Kabupaten Karawang maupun penyedia jasa CV Rizky Barokah Abadi belum memberikan keterangan terkait sorotan atas dugaan singkatnya durasi pengerjaan dan kesesuaian kualitas pekerjaan tersebut.
‎
‎Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas PRKP Kabupaten Karawang, CV Rizky Barokah Abadi, konsultan pengawas, maupun pihak terkait lainnya guna memberikan penjelasan berimbang mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Mets Noor| red
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done